Berita Nagari Manggopoh

Penyambutan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Andalas dan Universitas Hasanuddin

Manggopoh - Sebagai bentuk amanat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) lahir dengan tujuan untuk merealisasikan salah satu poinnya yaitu Pengabdian pada Masyarakat. Terlepas dari pada itu, KKN juga berguna dalam mengembangkan disiplin ilmu setiap mahasiswa hingga ke ranah teknis. Sebab mahasiswa merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari masyarakat, oleh karena itu interaksi dan komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan hal yang patut diperhatikan agar esensi dari KKN dapat tercapai sebagaimana mestinya.

Bukan hal baru lagi jika Nagari Manggopoh menjadi salah satu lokasi penempatan mahasiswa yang sedang melaksanakan program KKN. Dengan luas 11.820Ha yang kemudian terbagi menjadi sembilan jorong, menandakan Nagari Manggopoh memiliki penduduk dengan bermacam-macam keberagaman. Keberagaman itu pula yang akhirnya dipandang oleh Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menjadikan Manggopoh sebagai salah satu lokasi penempatan KKN. Bersamaan dengan potensi yang dimiliki oleh masyarakat Manggopoh serta pemahaman teoritik dari mahasiswa, diharapkan dapat melahirkan perkembangan di kemudian hari bagi kedua elemen tersebut.

Dalam mencapai semua hal positif diatas, tepat pada tanggal 7 Juli 2017 dan bertempat di Ruang Aula Kantor Wali Nagari diadakanlah pertemuan yang diinisiasi oleh mahasiswa-mahasiswa serta perwakilan dari Kantor Wali Nagari selaku lembaga yang bertanggungjawab penuh atas masyarakatnya. Lebih detailnya lagi, pertemuan tersebut dihadiri oleh 29 mahasiswa dari Unand dan 4 mahasiswa dari Unhas. Total 33 mahasiswa tersebut kemudian ditempatkan pada dua jorong yang berbeda, 17 orang di Jorong Balai Satu serta 16 sisanya di Jorong Sago.

 Pertemuan yang difasilitasi oleh Sarmen Johan dari Kasi Pemerintahan dan Hidayatullah dari Karang Taruna Nagari, terbilang berjalan dengan cukup efektif. Hal ini terlihat dari antusiasme para mahasiswa dalam menggali lebih dalam terkait permasalahan serta potensi yang dimiliki oleh nagari. Tidak hanya sebagai wadah diskusi dalam mensinergiskan program kerja kedua pihak, pertemuan tersebut juga hadir sebagai ruang perkenalan dan silaturahmi demi terjalinnya ikatan emosional yang harmonis.

Di akhir sesi diskusi, dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang poin-poin yang menjadi acuan kedepannya bagi mahasiswa dalam menetapkan program-program kerja mereka. Di antaranya adalah Pelatihan Kepemimpinan, Nagari Berbasis Teknologi, dan terakhir Napak Tilas Sejarah. Ketiga poin tersebut diharapkan mampu membawa Manggopoh menjadi Nagari yang mandiri dan berprestasi, sesuai dengan yang tercantum dalam Visi Pemerintahan Nagari Manggopoh melalui Perbup No. 15 Tanggal 16 Mei 2016. Diluar dari usaha mahasiswa dan Lembaga Pemerintahan, partisipasi aktif masyarakat diperlukan agar semua tujuan mulia tersebut dapat tercapai. Karena sejatinya, kesadaran rakyat-lah yang mampu membawa Manggopoh menjadi Nagari yang lebih maju lagi. (rv)


Bagikan Berita :